ROMA – Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, mengimbau agar seluruh rombongan, kepala rombongan, atau tour organizer yang membawa Warga Negara Indonesia (WNI) berkunjung ke Italia dan Vatikan untuk melaporkan kedatangan mereka ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci ataupun KBRI untuk Italia di Roma.
Imbauan ini disampaikan oleh Dubes Trias Kuncahyono saat menerima Delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kantor KBRI Takhta Suci pada 24 November 2025.
Alasan Utama Imbauan
Dubes Trias Kuncahyono menegaskan bahwa pelaporan kedatangan WNI ini sangat penting demi keselamatan dan kelancaran mereka selama berada di sana. Imbauan ini didasarkan pada pengalaman dan banyaknya kasus yang terjadi, terutama menjelang tahun Yubileum ketika jutaan wisatawan, termasuk ribuan dari Indonesia, berziarah ke Italia.
Jenis-jenis kasus yang sering terjadi dan membutuhkan bantuan KBRI meliputi:
Kehilangan Paspor: Kasus kecopetan tas yang berujung pada hilangnya paspor sering terjadi. Dubes mencontohkan, KBRI dapat segera membuatkan paspor baru pada hari yang sama setelah menerima laporan.
Kecopetan: Kejadian kehilangan barang berharga akibat kecopetan.
Masalah Kesehatan Serius: Kasus wisatawan yang mendadak sakit serius dan membutuhkan perawatan khusus, bahkan ditinggalkan oleh rombongan tur. KBRI Takhta Suci bekerja sama dengan KBRI Italia dapat segera berkoordinasi untuk mendatangi, mengantar ke rumah sakit, dan membantu semua yang diperlukan hingga sembuh.
Meninggal Dunia Mendadak.
Tanggung Jawab Penyelenggara Tur
Dubes Trias Kuncahyono juga menekankan bahwa penyelenggara tur atau ziarah tidak bisa lepas tangan dan harus bertanggung jawab terhadap peserta tur yang terkena musibah. Hal ini mencakup pengecekan detail asuransi perjalanan, seperti besarnya pertanggungan dan hari yang dipertanggungkan.
Melalui laporan resmi kedatangan, KBRI dapat memiliki data kontak dan mengetahui keberadaan WNI sehingga bantuan dapat diberikan dengan cepat jika terjadi masalah.

