Akhir Pelarian Dewi Astutik, Otak Penyelundupan Sabu 2 Ton Ditangkap di Kamboja

JAKARTA – Pelarian Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional dan gembong narkoba yang dicurigai sebagai otak penyelundupan dua ton sabu, akhirnya berakhir. Ia ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, melalui operasi senyap gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, bersama Kepolisian Kamboja dan KBRI Phnom Penh.

Jejak Kriminal dan Keterlibatan

  • Identitas dan Latar Belakang: Dewi Astutik adalah warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menggunakan identitas adiknya (inisial “PA”) untuk mengelabui aparat. Ia juga sempat bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) sejak 2011.

  • Kejahatan: Dewi Astutik ditetapkan sebagai buron internasional (red notice Interpol) dan diduga kuat sebagai otak penyelundupan sabu sebanyak 2 ton yang merupakan bagian dari sindikat narkoba internasional dari kawasan Golden Triangle (Myanmar, Laos, Thailand).

  • Nilai Fantastis: Nilai narkoba jenis sabu tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 triliun.

  • Jaringan: BNN mengonfirmasi bahwa Dewi Astutik adalah rekruter jaringan narkotika Asia-Afrika dan terindikasi satu jaringan dengan gembong narkoba terkenal, Fredy Pratama.

Kronologi Penangkapan

  • Awal Terendus: Jejak Dewi terendus setelah empat Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua warga Thailand ditangkap dalam sebuah kapal di kawasan Asia Tenggara. Kapal tersebut membawa 2 ton sabu yang disembunyikan dalam 67 kardus dengan kemasan khas jaringan Golden Triangle.

  • Operasi Gabungan: Penangkapan Dewi Astutik di Kamboja merupakan tindak lanjut dari operasi tersebut dan hasil dari lima bulan pengintaian serta kerja sama lintas negara.

  • Koordinasi Lintas Lembaga: Operasi ini melibatkan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Atase Pertahanan RI di Kamboja, dan BAIS TNI yang dipimpin Yudi Abrimantyo untuk pemetaan pergerakan, serta KBRI Phnom Penh yang memfasilitasi proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *