Berakhir Damai: Pelaku Pencurian 2 Ekor Ayam di Cilangkap Depok Minta Maaf dan Ganti Rugi

DEPOK – Kasus pencurian dua ekor ayam milik warga di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, akhirnya diselesaikan melalui jalan kekeluargaan. Meski sempat memicu kekhawatiran warga, perkara ini berakhir dengan perdamaian setelah pelaku menyatakan penyesalannya secara terbuka.

Kronologi Singkat dan Penangkapan Insiden bermula ketika pemilik ayam menyadari dua ekor unggas peliharaannya hilang dari kandang. Berdasarkan penelusuran mandiri dan bantuan warga sekitar, identitas pelaku berhasil diketahui. Pelaku diduga melakukan aksinya karena terdesak kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Setelah diamankan oleh warga dan didampingi pihak keamanan setempat, pelaku mengakui perbuatannya. Untuk menghindari proses hukum yang berkepanjangan dan mempertimbangkan nilai kerugian serta latar belakang pelaku, pihak kepolisian dan pengurus lingkungan memediasi kedua belah pihak.

Penyelesaian secara Damai Dalam proses mediasi yang berlangsung di lingkungan setempat, tercapai beberapa kesepakatan utama:

  • Permohonan Maaf: Pelaku secara tulus meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di wilayah tersebut maupun di tempat lain.

  • Ganti Rugi: Pihak keluarga pelaku bersedia mengganti nilai kerugian sepasang ayam yang telah dicuri kepada korban.

  • Pencabutan Aduan: Mengingat itikad baik pelaku dan rasa kemanusiaan, korban sepakat untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum formal.

Penerapan Restorative Justice Langkah perdamaian ini sejalan dengan prinsip restorative justice (keadilan restoratif) untuk kasus-kasus tindak pidana ringan. Pihak kepolisian mengapresiasi kedewasaan warga Cilangkap yang tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan memilih menyelesaikan masalah secara musyawarah.

“Kami mengedepankan solusi terbaik bagi kedua pihak. Karena kerugiannya kecil dan pelaku menunjukkan penyesalan yang mendalam, maka disepakati jalur damai,” ujar perwakilan pihak terkait.

Pesan untuk Masyarakat Meskipun berakhir damai, warga diimbau untuk tetap menjaga keamanan lingkungan dan memastikan kandang ternak terkunci dengan baik. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan siskamling dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah permukiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *