Skandal Militer Inggris: Petinggi Pasukan Khusus Diduga Tutupi Kejahatan Perang di Afghanistan

LONDON – Seorang mantan perwira senior Pasukan Khusus Inggris, yang diidentifikasi sebagai N1466, memberikan kesaksian dalam penyelidikan publik bahwa para pemimpin tertinggi unit tersebut menutupi potensi kejahatan perang yang dilakukan di Afghanistan.

Poin-Poin Penting Dugaan Skandal

  • Tuduhan Utama: Dua mantan direktur Pasukan Khusus Inggris (Special Air Service/SAS) diduga gagal menindaklanjuti klaim pembunuhan tidak sah terhadap warga sipil di Afghanistan yang terjadi lebih dari 10 tahun lalu (sekitar 2010-2013).

  • Pengetahuan Komandan: Kesaksian N1466 menduga bahwa komandan tertinggi sudah mengetahui dugaan eksekusi tersebut sejak tahun 2011, tetapi memilih untuk memendam klaim tersebut.

  • Dampak Kelambanan: Kelambanan ini diduga menyebabkan pembunuhan terus berlanjut setidaknya selama dua tahun lagi.

  • Pola Mengkhawatirkan: N1466 mulai khawatir pada awal 2011 setelah meninjau laporan yang menunjukkan pola mengkhawatirkan, seperti dalam satu serangan di mana sembilan pria Afghanistan tewas, tetapi hanya ditemukan tiga senjata. Ada juga laporan tentara menyombongkan diri saat pelatihan tentang membunuh semua laki-laki usia tempur.

  • Taktik Penutupan: Ketika N1466 menyerahkan temuannya kepada direktur pasukan khusus, alih-alih memberitahu penyelidik, direktur tersebut justru memerintahkan peninjauan internal terhadap taktik yang diduga sebagai “latihan palsu kecil” yang dirancang untuk menyembunyikan kebenaran.

  • Insiden Tragis: Pada 2012, pola perilaku mematikan tidak berhenti, di mana dua orang tua muda dan dua bayi ditembak mati di tempat tidur mereka dalam serangan malam di provinsi Nimruz—insiden yang tidak dilaporkan kepada polisi.

Penyelidikan Saat Ini

Penyelidikan publik saat ini diluncurkan pada tahun 2023 dan sedang meninjau apakah sekitar 80 warga Afghanistan dibunuh secara tidak sah oleh pasukan Inggris antara tahun 2010 dan 2013. Penyelidikan ini dipicu oleh dokumenter BBC yang mengungkap bahwa satu skuadron SAS telah membunuh 54 orang dalam keadaan mencurigakan dalam waktu enam bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *