TOKYO – Kedutaan Besar Tiongkok (China) di Tokyo telah mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru pada Rabu (26/11/2025). Peringatan ini menasihati warga Tiongkok untuk menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat dan mendesak mereka yang berada di sana untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan alasan memburuknya situasi keamanan.
Pemicu Utama Peringatan
Peringatan ini, yang merupakan peringatan kedua setelah yang pertama dikeluarkan pada 14 November, muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua raksasa Asia Timur tersebut.
Alasan resmi Tiongkok mencakup:
Laporan Kekerasan dan Diskriminasi: Kedutaan mengutip “banyak laporan terbaru” dari para ekspatriat Tiongkok tentang “penghinaan dan pemukulan tanpa provokasi” yang mengakibatkan cedera dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan Permintaan Bantuan: Kedubes mengklaim bahwa jumlah permintaan bantuan dari warga negara Tiongkok terkait diskriminasi telah “meningkat secara signifikan, terutama pada November.”
Kenaikan Kasus Kriminal Umum: Tiongkok juga menyoroti data Badan Kepolisian Nasional Jepang yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus kriminal di negara itu dari sekitar 568.000 pada tahun 2021 menjadi sekitar 738.000 pada tahun 2024.
Konteks Diplomatik
Peringatan keamanan ini disinyalir sebagai tindakan balasan diplomatik (retaliation) terhadap Jepang, dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyebut bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” yang mungkin memicu respons militer dari Tokyo.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mendesak Tokyo untuk memastikan keselamatan warga Tiongkok, dengan mengatakan “banyak retorika ekstrem dan mengancam terhadap Tiongkok bisa ditemukan di internet,” dan bahwa perwakilan diplomatik Tiongkok di Jepang baru-baru ini “berkali-kali dilecehkan.”
Reaksi Jepang: Kementerian Luar Negeri Jepang telah membantah klaim Tiongkok mengenai memburuknya keamanan. Data kriminalitas Jepang yang diungkapkan membantah klaim tersebut, bahkan beberapa laporan media menyebutkan bahwa justru warga Tiongkok yang lebih banyak terlibat dalam beberapa jenis kejahatan di Jepang.
Kekisruhan ini telah membawa hubungan diplomatik Tiongkok dan Jepang pada level terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

