SEOUL – Otoritas karantina Korea Selatan (Korsel) mengeluarkan peringatan nasional pada 25 November 2025. Peringatan ini diserukan untuk meningkatkan langkah-langkah karantina terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika setelah negara tersebut mengonfirmasi kasus keenam pada tahun ini.
Kasus Terbaru dan Tindakan Darurat
Kasus terbaru dilaporkan terjadi di sebuah peternakan babi di Kota Dangjin, Provinsi Chungcheong Selatan. Peternakan ini diketahui memelihara 463 ekor babi.
Sebagai respons terhadap temuan ini, otoritas setempat segera mengambil tindakan tegas:
Peringatan Level Merah: Peringatan level merah, level tertinggi, telah dikeluarkan secara nasional untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
Pemusnahan Babi: Sebanyak 1.423 ekor babi dari peternakan yang terdampak serta peternakan lain di sekitarnya yang dimiliki oleh pemilik yang sama telah dimusnahkan oleh pejabat Markas Besar Penanggulangan Bencana Terpadu.
Penghentian Sementara (Standstill): Pemerintah menerbitkan perintah penghentian sementara kegiatan (standstill) selama 48 jam bagi seluruh peternakan babi dan fasilitas terkait di seluruh negeri.
Disinfektan dan Inspeksi: Otoritas sedang melakukan langkah-langkah penyemprotan disinfektan di wilayah Dangjin dan daerah sekitarnya, serta melakukan inspeksi darurat pada peternakan babi di kawasan tersebut.
Lima kasus ASF sebelumnya pada tahun 2025 dilaporkan terjadi di bagian utara Provinsi. Tindakan darurat ini menunjukkan keseriusan Korsel dalam mengendalikan penyebaran ASF yang mengancam industri peternakan babi nasional.

